[ Fanfiction ] Life With 2 Character


Seoul terselimuti oleh benda putih yang turun dari langit,kala itu memang sedang musim dingin.seorang pria cukup jakung berjalan menuju rumah yang tidak terurus.dari luar rumah itu memang sangat buruk tapi siapa sangka di dalam rumah itu terdapat sebuah markas yang di isi dengan senjata mahal.pria itu mendekatakan wajahnya ke camera cctv dan menggerak gerkan tanganya seperti kode.taklama kemudian pagar rumah itu terbuka.

“ini ada tugas buat kamu,dan ini tidak boleh gagal “

“baik bos !,kalau saya berhasil mendapatkanya apa yang saya dapat “

pria berambut panjang bernama cnu itu melempar kunci mobil ke jinyoung sang-pembunuh-bayaran-yang-cukup—disegani.

“mobil itu akan menjadi milikmu” cnu membuka jendela yang ada di sampingnya”kalau kau bisa mendapatkan dia” lanjut cnu

“tunggu 3 hari bos,aku akan mendapatkan taemin” jinyoung melihat ke foto itu dan keluar dari ruangan pengap itu.pria itu keluar dari rumah itu.dia menyetop taksi unttuk menuju ke rumahnya.taksi itu menuju ke sebuah rumah cukup sederhana.di depan rumah itu sudah terdapat seorang anak laki laki yang terduduk di kursi roda dan seorang wanita berusia 19 tahun sedang duduk di depan rumah itu.saat pria itu keluar dari taksi wanita itu segera mengambil gitar jinyoung…..

keluarga jung yang awalnya sangat bahagia.suasana bahagia itu berubah menjadi sangat suram setelah kecelakaan pesawat yang dialami keluarga itu.saat itu keluarga jinyoung pergi untuk berlibur ke jeju.tapi saat di Bandara jeju.pesawat yang di tumpangi keluarga jinyoung tergelincir dan terbelah menjadi dua.dan pada saat itu pesawat bagian ke dua meledak kebetulan orang tua jinyoung sedang berda di patahan kedua .sedangkan jinyoung sedang menemani bora untuk kekamar mandi.sungha yang masih berumur 7 tahun terlempar keluar saat pesawat itu meledak sayang saat ledakan itu kaki sungha mengalami benturan keras dan berujung pada cacat.dokter tidak mengatakan cacat permanen tapi sulit untuk membuat sungha untuk bisa berjalan normal kembali.

bora dan jinyoung selamat pada kecelakan itu.karna patahan pertama tidak meledak.orang tua mereka meninggal dalam kecelakaan itu.10 tahun telah berlalu mereka telah bangkit.jinyoung kini merangkap sebagai seorang ayah,dan bora merangkap sebagai ibu mereka menggantikan ayah dan ibu mereka untuk merawat sungha.

jinyoung berhenti dari sekloahnya untuk menghidupi keluarganya.dia memilih menjadi penyanyi café,composer dan sebagai pembunuh bayaran walaupun disisi lain jinyoung tidak ingin menjadi pembunuh apa boleh buat gajinya menjadi pembunuh cukup besar untuk menghidupi kelurganya.royalti dari lagu yang dia ciptakan pun juga kurang untuk kehidupan mereka.

bora adik ke-2 jinyoung dia salah satu mahasiswa myungji jurusan seni bakatnya yang cukup hebat membuat dia cukup disegani di kampusnya.bora yangcantik,sifantya sangat lembut dan dia smart membuat banyak pria tertarik untuk menjadi pacarnya tapi bora lebih memilih focus mengurus adiknya sungha.

sungha adik jinyoung yang ke 3 ini cacat akibat kecelakaan pesawar itu.dia hanya bisa diam di rumah dan jinyoung memanggil guru homeschooling untuk sungha agar sungha tidak bosan di rumah saat dia bekerja dan bora kuliah.tidak satupun teman yang sungha punya karna dia tidak bisa keluar rumah.

bakat seni dari ayah dan ibu mereka membuat sungha memiliki keahlian dalam bermain gitar.sedangkan bora mempunya keahlian bernaynyi dan rapp jinyoung sedniri memili bakat sebagai composer.banyak lagu yang dia ciptakan untuk beberapa boyband ternama tapi dia tidak pernah ingin menjadi entertainer.

….saat jinyoung keluar dari taxi,bora segera mengambil gitar jinyoung dan memeluknya.bora mencium pipi jinyoung dan menganddeng tangan jinyoung.mereka menuju ke tempat sungha.jinyoung mencium kening sungha seperti seorang ayah yang baru datang dari pulang kerja.jinyoung mendorong kursi roda sungha untuk masuk kedalam.

“oppa,sudah makan ?” bora menaruh gitar jinyoung di samping kursi ruang tamu.seperti biasa setelah menyambut jinyoung mereka berkumpul di ruang tamu sebentar

“sudah tadi di café,bora bagaimana kuliahmu hari ini” jinyoung bersender pada sofa

“oppa,kampusku akan mengadakan festival.aku akan duet dengan hyorin”

“nah begitu,carilah teman duet atau kamu harus ikut sebuah audition bora “jinyoung mengepalkan tanganya sambil memberikan semangat untuk adiknya itu “oh ya ini untukmu sungha” jinyoung merogoh kantongnya,dia mengambil buku panduan gitar untuk adiknya “tadi aku mampir ke toko buku,dan menemukan buku ini.semoga bakat mu daam gitar bisa semakin naik level ya sungha.agar kau bisa membantuku membuat lagu”

“ne gomawo hyung”sungha memutar kursi rodanya dia langsung mempelajari buku yang di berikan hyungnya itu.jinyoung tersenyum melihat adik adiknya tumbuh sempurna.

“oppa,mandi dengan air hangat ne.sudah aku siapkan” bora melepaskan syal dan blazer jinyoung.

“gomawo bora”

setelah mandi dan makan malam,jinyoung,masuk kekamarnya dia mengambil secarik kertas dan mulai menumpahkan semua yang ada dipikiranya.aktivitas keseharianya itu merangkai sebuah lagu yang cukup bags dan harus dia serahkan 1 minggu lagi untuk salah satu agency yang memesan lagunya.tiba tiba terdengar seseorang berteriak.

“BORA NUNNAAA !!!!! IREONAAA !!!” sungha terduduk di sebelah bora,bora pingsan jinyoung langsung memanggil ambulan dan membawa bora ke rumah sakit.

“sungha apa yang terjadi dengan bora” jinyoung mendudukan sungha di kursi tunggu UGD

“tadi nunna,ingin membuat teh hangat dia mengatakan kalo kepalanya sangat sakit”

tidak lama kemudian dokter keluar dan dokter mengatakan bahwa bora memiliki kanker darah stadium 2.semua orang di rumah tidak tau.karna mereka saling sibuk.karna masih stadium awal bora diijinkan pulang tapi harus rawat jalan.

saat memasuki ruang rawat bora,jinyoung segera menghampiri adik perempuanya itu

“bora,ada apa dengan mu ? “ Tanya jinyoung sambil mengenggam tangan bora

“mianhaeyo oppa,aku merahasiakan ini padamu.aku tidak ingin membuatmu repot”

“bora…”

“oppa sudah bekerja keras buat menghidupi keluarga kita.aku tidak ingin membebani oppa lagi”

“nunna,akulah sebenarnya beban di keluarga ini” sungha memutar kursi rodanya.

“hentikan !,tidak ada yang menjadi beban di keluarga ini! Kita tidak boleh saling meyalahkan disini kita sama sama berjuang hidup.tanpa eomma tanpa appa” airmata jinyoung menetes.

“oppa mianhaeyo,uljima” bora mengelap air mata jinyoung

setelah menjaga bora sebentar jinyoung pergi agar bora dan sungha bisa beristirahat.dia kembali ke rumahnya jinyoung segera mengambil sebuah pistol kecil dari bawah kasurnya.kemudian dia melacak target korbanya sekarang.

“hmmm….gangnam mall,baiklah ini terlihat mudah”jinyoung menggumam,dia menutup laptopnya dan memesan sebuah taksi.dia menuju sebuah gedung tua yang tak terurus ,senjata jarak jauhnya sudah mulai mengenai target.saat jinyoung merasa tepat sasaranya dia segera menekan pelatuk pistolnya.

seketika semua orang disana berkerumun pada satu titik.dimana taemin target-jinyoung tergeletak dengan jantung bersimbah darah.dalam sebuah pembunuhan jinyoung sangat hati hati.saat memasukan peluru bahkan sampai target tewas pun jinyoung tetap berhati hati.

jinyoung pergi dari gedung tua itu.dia segera memesan taksi dan membuang senjatanya ke sungai han.ya itu cara paling tepat untuk menghilangkan jejak.dia kembali ke rumah besar cnu.jinyoung menunjukan foto taemin yang sudah bersimbah darah.

“bagaimana bos ?”

“ini kunci cadangan mobil,beserta surat surat penting lainya.semua sudah atas namamu”cnu melempar amplop coklat besar.saat itu juga jinyoung langsung membukanya.sudah terdapat SIM dan STNK berates namakan Jung Jinyoung.

“terimakasih bos”

“jinyoung bila ada tugas lagi aku akan menghubungi mu lagi”

“baik,terimakasih”jinyoung keluar dari ruangan pengap itu menuju sebuah garasi dimana sebuh mobil mazda berwarna merah marun terparkir.jinyoung segera menaiki mobilnya dan menjemput bora dengan mobil yang sudah lama di impikanya itu.

mobil merah jinyoung membelah keramaian seoul,takbutuh waktu yang lama untuk sampai di rumahsakit seoul.dia segera membayar perawatan bora selama di rumah sakit.

“hyung,ini kunci mobil siapa ?” sungha bertanya sambil memainkan kunci mobil kecil yang ada di tanganya

“kuci mobil hyung” semua mendadak hening “kalian bersiaplah sungha dan bora ayo berkemas kita harus sampai di rumah jam 10 pagi ini.aku harus menyerahkan lagu ciptaan ku pada woman” lanjutnya.saat bora dan sungha masih mencerna perkataan kakaknya itu jinyoung mendorong kursi roda sungha.sesaat sampai di parkiran.jinyoung menggendong sungha yang masi bingung dengan mobil yang sedang dia tumpangi sekarang.begitupun dengan bora dia masih terbengong dengan apa yang dia lihat sekarang.

“oppa,ini benar mobil oppa ?” bora bertanya dengan pelan dia takut menyakiti hati jinyoung.

“iya,aku membelinya dari uang royalty lagu dan hasil dari café beberapa tahun ini”jinyoung tersenyum manis berusaha menutupi kebohonganya “oh ya,bora simpan ini.kamu adalah perempuan satu satunya di keluarga kita jadi semua urusan uang dan surat surat penting aku serahkan ke kamu ya” lanjutnya

saat dalam perjalanan jinyoung,sungha dan bora mampir ke sebuah restoran kecil tapi makananya cukup lezat.

*****
terik matahari membangunkan bora yang masih tertutup selimut tebalnya walaupun ini sedang musim dingin matahari tetap bersinar dengan cerahnya.dia terbangun pukul 6 pagi,dia segera membagunkan jinyoung dan sungha

“oppa,sungha ireona” bora menguncang guncangkan tubuh kedua saudaranya itu

“bora kau tidak kuliah ?” Tanya jinyoung

“tidak ada kelas hari ini oppa,jadi aku akan menjaga sungha”dia melirik sungha yang masih tertidur pulas di samping oppanya itu “yaa ! sungha ireonaa” teriak bora sambil memukul pantat sungha.

“nunna appo” sungha mengelus pantatnya yang-sedikit-sakit

“mianhae,kalian cepat mandi aku akan menyiapkan sarapan”

jinyoung pun bergegas ke kamar mandi.sungha mandi dengan kursi roda yang setia denganya.mereka segera bergegas menuju meja makan.disana sudah tersedia berbagai macam makanan yang dimasak bora.

“nunna ini terlihat enak” sungah segera membalikan pirinya dan mengambil nasi

“ya,sungha kita berdoa bersama dulu sebelum makan” jinyoung memimpin doa

“selamat makan” bora melahap masakanya,selesai makan dia segera minum obatnya.
Selesai sarapan mereka langsung menuju ruang keluarga untuk menonton bersama.jinyoung pun mengusulkan sebuah ide untuk meghabiskan liburan musim dingin mereka.

“bagaimana kalau malam ini kita bbq-an” usul jinyoung

“boleh hyung,lama sekali kita tida bbq-an sejak eomma dan appa tiada” sanggah sungha

“oke nanti malam kita bbq-an aku akan keluar membeli bahan bahanya.oppa jaga sungha ya “

bora segera mengambil beberapa uang lembar dan memasukan ke dompetnya.dia segera keluar dan berjalan sedikit untuk menuju pasar tradisional yang tak jauh dari rumahnya.saat bora berjalan.kakinya tersandung sebuah batu kecil hingga membuatnya tersungkur ketanah dan membuat dahinya sedikit terluka.

tiba tiba mata bora sedikit kabur dia berjalan sempoyongan.entah apa yang terjadi di dalam mata bora saat dia berjalan dia melihat seorang wanita dengan gaun putih dan wajahnya pucat matanya pun berwarna biru.tatapan wanita itu ke bora sangatlah tajam.bora memandang wanita itu dengan aneh.karna merasa di perhatikan oleh wanita itu bora segera berlari ke pasar yang sudah dekat

****

sepulang dari pasar wanita itu terus mengikuti bora.bora berlari menuju rumahnya dan menutup pintunya keras keras dan itu membuat sungha dan jinyoung kaget.

“bora,gwaenchana “

“oppa ! ada seorang wanita mengerikan mengikutiku sejak aku pergi tadi”bora menjawab dengan napas tersengkal sengkal

“nugu,tidak ada seorang pun di luar nunna” bora membalikan badanya dan kini wanita itu ada di belakang sungha.

“sungha di belakangmu !” bora berteriak dan otomatis jinyoung dan sungha menoleh kebelakang sungha.

“nunna,di belakangku tidak ada siapapun” wanita itu masih tetap di belakang sungha.

“kalian benar benar tidak melihat wanita itu” bora menunjuk kea rah belakang sungha

“tidak” jawab jinyoung

“arrrgghh,kepalaku pusing “ brukkk,bora jatuh ke dalam pelukan jinyoung,jinyoung langsung membawa adiknya ke kamar

***
tak beberapa lama kemudian bora terbangun dari pingsanya.dia melihat wanita itu duduk di di meja komputernya dan wanita itu memainkan gantungan kunci yang di berikan jinyoung kepada bora.

“yaa ! siapa kamu sebenarnya !!! “ bora berteriak sambil menarik selimutnya

“perkenalkan ak….”

“mengapa kau mengikuti ku terus !”bora memotong perkataan wanita itu,sedangkan wanita itu hanya menghela napas

“bisakah kau pelankan sedikit suaramu,biarpun aku seorang hantu kupingku juga bisa budek tau” wanita itu memasukan jarinya ke telinganya dan meniup jarinya

“kau…” bora melihat tubuh wanita itu dari atas ke bawah.kakinya tidak menapak tanah dia benar benar seorang hantu “yaaa ! menjauh dariku !!! pergi !!!” bora menutup wajahnya dengan selimut

“oh ayolah” wanita itu menarik selimut bora,dia memberikan tanganya

“perkenalkan,aku hyuna ,kim hyuna” ucapnya

“jung bo ra”

“bora,sudahlah apa wajahku terlalu menyeramkan”

“sangat menyeramkan,dan matamu…”bora mengintip dari celah tanganya “sangat mengerikan”lanjutnya

“baiklah,ya liat aku sekarang” perlahan bora membuka tanganya

“akhirnya,heh ? matamu berubah jadi warna coklat ?”

“hehehe,sebenarnya aku pakai contact lens warna biru tadi,nih” hyuna menyodorkan kotak contact lens dari saku bajunya.

“kau beneran hantu ?”

“hem,kau tidak lihat aku melayang ?” hyuna berdiri dan terbang kearah meja belajar bora dan duduk di sana lagi.

“kenapa kau mengikuti ku ?”

“mian,aku tidak punya keluarga.keluarga ku masih hidup semua dan mereka…”hyuna menundukan kepalanya,tiba tiba jinyoung masuk ke dalam kamar.

“bora,kau bicara dengan siapa ?” Tanya jinyoung

“ani oppa,aku hanya berlatih drama” ucap bora langsung mengambil kertas yang ada di sampingnya

“oh yasudahlah,nanti malam jadi kan bbq-an ?”

“jadi dong oppa,oppa keluar gih aku mau latihan lagi” ucap bora sambil mendorong jinyoung keluar dari kamarnya.bora kembali ke tempat semula

“mereka tidak bisa melihatmu ?”Tanya bora pada hyuna

“ya,hanya orang tertentu yang bisa melihatku”

“lalu aku ?”

“kau ingat tidak saat kau terjatuh tadi,kepalamu terbentur itu menakibatkan kau bisa melihatku bora”

***
malamnya bora,jinyoung dan sungha bbq-an di belakang rumah mereka. Dan hyuna hanya melihat mereka dari balkon kamar bora.tanpa sadar airmata hyuna jatuh melihat kebersaaman keluarga bora

“ya oppa,jangan mencoret wajahku dengan cream !!”

“wae,siapa suruh kau menyoret wajah sungha dengan abu ? ini balasanya” lagi lagi cream mentega mendarat di pipi kanan bora.

“oppaaaa !!!”

“chankkaman !” jinyoung membalik ayam yang sedang dia bakar,diam diam dia mencolek mentega yang ada di sebelahnya

“gotchaaaa !!!!”

“hyung,aku baru saja cuci mukaaa” sungha cemberut karna tangan jahil jinyoung yang mengoleskan mentega di wajahnya.

selesai bermain dengan cream dan mentega,mereka memakan apa yang mereka masak tadi.jinyoung membakar beberapa ayam,sosis dan bakso.bora membantu jinyoung menyiapkan semuanya.

“sebelum makan mari kita berdoa”jinyoung mempin doa ,setelah selesai berdoa mereka langsung makan.

“terimakasi atas makananya” jinyoung,bora dan sungha berteriak atas kenikmatan makanan mereka

“bora,kau suka sosis bakarkan ? ini aaaaa”jinyoung menyuapkan sosis ke mulut bora

“hyung,aku juga mau sosis” ucap sungha

“ah ne,aaa sunghaaa” sungha langsung melahap sosis yang ada di tangan jinyoung

“aku,berharap di esok hari nanti kita bisa melakukan ini lagi secara bersama sama”

“amiin” ucap sungha dan bora,di tempat lain hyuna juga mendoakan agar mereka semua bisa terus bersama.

malam itu menjadi malam indah bagi keluarga jung.siapa sangka seorang jung jinyoung sang-pembunuh-bayaran yang paling di segani diantara teman temanya memiliki hati sangat lembut.dirinya yang sudah matang dewasa membuat dia bisa hidup dalam 2 karakter yang berbeda.dia sudah terlatih sejak orangtuanya meninggal.

pekerjaan sebagai pembunuh tidak ada yang tau.bahkan bora dan sungha tidak tau bahwa jinyoung adlah seorang pembunuh.dia tidak inigin adik adiknya tau kalo dia adalah pembunuh karna dia tahu adiknya pasti akan sangat kecewa tapi jinyoung sudah berjanji dlam dirinya.saat sungha sudah bisa berjalan lagi dia akan berhenti dari pekerjaan kejinya.dia tidak ingin adik adiknya mempunyai kakak seorang pembunuh.

****

“jinyoung,aku punya tugas untukmu bunuh dia !” ucap cnu

“chanyeol ?”

“yap,dia yang harus kau bunuh.aku tidak ingin kau berlama lama membunuh dia.semakin cepat kau bunuh dia semakin banyak uang yang kau terima”
Setelah di beri tugas jinyoung langsung menjalankanya.jinyoung segera memakai sarung tangan nya.dan dia menelfon seseorang

“chayeol,bisa kau temui aku di gangnama resort aku butuh bantuanmu”

“ah ye,aku bisa aku segera kesana”

tak beberapa lama kemudian chanyeo datang ke gangnam resort,dia melihat chanyeol dengan setelan jas hitamnya.mereka bertemu diatas jembatan apung yang cukup sepi.bahkan tidak terlihat seorang pun disitu.

“kau mr jeye ?” jinyoung hanya tersenyum.dia mendekat ke chanyeol dan megarahkan pistolnya tepat ke jantung chanyeol.jinyoung menarik pelatuk pistolnya dan brukk chanyeol jatuh dengan bersimbah darah di tubuhnya.

****
“hyuna,apakah kau mau membantuku ?”

“wae ?”

“hari ini adalah ulang tahun jinyoung oppa,aku ingin memberikan sesuatu untuknya”

“nah,terus aku harus apa “hyuna bangkit dari tidurnya

“ya kau tau tidak seorang laki laki suka apa ?”

“tidak,tapi mungkin aku bisa tanyakan sama sandeul “

“siapa dia ?” Tanya bora

“dia mantan-gebetanku di dunia hantu” ucap hyuna sambil mengetuk ngetuk handphonenya

“aigooo,di dunia hantu juga ada mantan gebetan”bora melempar buku yang sedang dia pegang tapi tertembus badan hyuna,bora lupa kalo hyuna adalah hantu

“dunia hantu itu sdikit mirip dengan dunia manusia tau” hyuna menelpon sandeul

“yeobesoyo,deul-ah.lagi apa “ bora hanya bisa melihat teman hantunya itu berbicara layaknya orang yang sedang jatuh cinta

“…..”

“deullie,waktu kau masih hidup kau senang di kasih apa ?”

“…..”

“ah ne,gamshanida deul,bye mwoaaah” hyuna mencium handphonenya

“tadi deul bilang waktu dia masih hidup dia lebih senang di beri jacket atau jam tangan” hyuna masih sibuk dengan hanphonenya

“baiklah,hyuna ayo temani aku ke pusat perbelanjaan,aku ingin membeli jam tangan”

bora langsung menarik tangan hyuna,hanya bora yang bisa melihat hyuna dan menyentuh hyuna.dan hyuna masih sibuk dengan handphoneya.bora segera memesan taksi.

“yak ! hyuna berhenti memainkan handphone mu”

“hah ?” supir taksi itu heran

“jangan berbicara padaku,kau lupa hanya kamu yang bisa melihatku bora” bora melupakan sesuatu

“ish” sesampai di salah satu mall mereka masuk ke toko jam

“hyuna yang mana yang bagus,aku bingung “

“ini nih” hyuna mengetuk ngetukan jarinya ke kaca

bebrapa orang melihat bora dengan aneh,dan beberapa orang mengatakan kalo bora sudah tidak waras.tapi bora tidak ambil pusing dia tetap mencari jam untuk jinyoung .tiba tiba seorang pria bermata besar datang menghampirinya.

“abaikan saja mereka”ucap pria itu

“eh,kamu bisa lihat dia juga”

“emm,bisa”

****

selesai belanja jam,bora,hyuna dan baro langsung pergi ke restoran.mereka mengobrol

“oh ya tadi kamu bilang namakamu baro ? “

“iyap,,tapi sebenarnya sun woo kebanyakan orang memanggilku baro”

“okay,jadi aku panggil kamu baro ?”

“hmm,ngomong ngomong dimana kamu bisa bertemu dia”

“hyuna ? aku bertemu dia saat aku ingin pergi supermarket”ucap bora sambil menyeryput ice creamnya

“oh ya kamu kok bisa melihat mahklk seperti hyuna ?” Tanya bora

“aku pernah melihat kematian”

“kematian ?”

“iya dulu aku punya adik bernama gongchan,dia meninggal karna asthma yang di derintanya “

“maaf sudah mengangkat masa lalumu baro” bora memegang tangan baro

“gwaenchana”ucap baro

“ngomong ngomong kamu bisa berkomunikasi dengan gongchan ?”

“tidak,dia tidak di makamkan di korea,jadi aku tidak bisa bertemu denganya”jelas baro

“oh ya hyuna,bagaimana kau bisa mati ?”Tanya bora

“emm,ini sangat tidak baik untuk dibicarakan ,tapi kalian kan sudah menjadi temanku aku akan menceritakanya” hyuna berhenti menyeruput 1 kantong plastic darah yang ada di tanganya

“dulu,sekitar tahun 1999 desember ada sebuah kecelakaan pesawat di jeju.pesawat itu tergelincir dan terbelah menjadi 2 aku berada di patahan ke dua tidak lama setelah patah,patahan ke-2 itu meledak dan boom pesawat terbakar,aku masih memiliki peluang hidup karna kursi yang aku duduki sedikit jauh dari mesin pesawat” hyuna mengantung kata katanya

“lalu kenapa kau malah mati ?” Tanya baro

“aku ingin keluar dari pesawat itu segera tetapi aku mendegar jerit tangis seorang anak kecil.aku berjalan kearah suara anak kecil itu.dan aku menemukan seorang anak laki laki kecil dalam dekapan seorang ayah dan ibu.ayah ibu nya sudah meninggal aku segera mengambil anak itu dengan susah payah.dan tiba tiba mesin ke dua pesawat meledak lagi aku tidak bisa berlari karna kakiku terjepit kursi penumpang.jadi aku lemparkan anak itu sejauh yang kubisa.dan aku harap anak itu masih hidup karna ku lempar jauh jauh hahahah ” hyuna kembali meyeruput kantung darahnya sambil tertawa

“jeju ? tahun 1999 ? pesawat patah menjadi 2 ?anak laki laki”hyuna membelalakan matanya mendengar cerita hyuna

“wae bora,gwaenchana ? “ Tanya baro

“kau !”bora menatap hyuna “baro,ini nomor telfonku.aku minta tolong bayarkan pesananku.nanti akan aku kembalikan uangmu aku harus buru buru pulang.hubungi aku berapa semuanya.anyyeong” ucap bora dengan berlari sambil menarik tangan hyuna.

bora dan hyuna kembali ke rumah dengan terburu buru ,mereka langsung menuju kamar bora.sesampai di kamar bora langsung mengambil sebuah clearbook yang penuh dengan artikel kecelakaan pesawat yang di alami keluarga mereka.

“hyuna ini kamu ?” bora membuka foto daftar penumpang yang meninggal dalam kecelakaan pesawat 10 tahun silam ,dia menunjuk satu foto yang sangat mirip dengan hyuna

“iya,ini aku tapi dulu sebelum aku mati”hyuna tersenyum “ wae bora ?” Tanya hyuna

“dan ini anak yang kamu lempar ke luar pesawat ?”

“iya,wae bora ? kamu banyak menyimpaan artikel ini “hyuna semakin penasaran

“hyuna” bora langsung memeluk hyuna

“bora ,gwaechana !! waeee beri tahu aku” hyuna mengguncang guncang tubuh bora

“hyuna gomawo,sudah menyelamatkan adik ku”bora memegang tangan hyuna

“adikmu ? sungha “

“iya,aku,sungha dan jinyoung oppa adalah korban selamat dari pesawat yang juga kamu tumpangi “

“jadi kamu juga penumpang pesawat itu ?”

“yep.aku,sungha dan oppa sudah hidup tanpa eomma dan appa selama 10 tahun “

“dan aku sudah hidup menjadi hantu selama 10 tahun,oh ya bora maaf karna aku melmpar adikmu sekarang sungha jadi cacat”

“ah gwaechana hyuna,aku masih bersyukur sungha hanya cacat bagaimana kalau waktu itu kamu tidak melempar sungha mungkin dia juga akan meninggal” bora meneteskan airmatanya,tiba tiba sungha masuk ke kamar bora

“nunna,gwaenchana,kenapa nunna menangis ?” Tanya sungha

“gwaenchana sungha,nunna hanya berlatih acting” bora tersenyum

“aigoo,10 tahun yang lalu kulihat anak ini menangis di pelukan orang tuanya .sekarang dia sudah benar benar dewasa” hyuna mengelus kepala sungha,tapi takdapat di rasakan sungha

****

selesai membunuh chanyeol,jinyoung langsung kembali ke rumah tua cnu.dia menyerahkan foto chanyeol yang berlumuran darah

“bos,ini” jinyoung menyerahkan foto chanyeol dengan lumuran darah di dadanya

“okay jinyoung ,uangmu akan segera di transfer ke rekeningmu hari ini”

“terimakasih bos”

jinyoung keluar dari rumah tua itu,dia mengambil mobilnya dan mampir ke restoran dan membeli beberapa porsi kimchi dan mie.saat sampai di depan rumahnya jinyoung heran rumahnya sangat sepi.tidak seperti biasanya biasanya sungha dan bora menunggunya di luar.saat masuk rumah pun gelap gulita.karna merasa ganjil jinyoung menyalakan lampu rumahnya dan….

“saengil chukka hamnida ! saengil chukkae hamnida saranghaeyo jung jinyoung saengil chukka hamnida “bora san sungha bernyanyi sambil bertepuk tangan

“oppa,saengil chukka !!” bora mencium pipi jinyoung ,lalu mereka meniup lilin bersama

“oppa,ini untukmu” jinyoung membuka kotak hadiah dari bora yang berisi jam tangan berwarna merah marun.

“gomawo ne bora,neomu yeppeo” jinyoung tersenyum

“hyung mian aku tidak punya apapun untuk hyung,tapi aku akan menunjukan sesuatu untuk kalian” sungha tersenyum,lalu dia berusaha keras berdiri dari kursi rodanya.jinyoung dan bora terlihat sangat was was melihat sungha berdiri.sungha berdiri dan dia mulai berjalan dia menapakaan kakinya perlahan

“sungha” jinyoung dan bora berucap bersamaan sambil menatap sungha

“akhirnya kau bisa berjalan lagi” mereka berpelukan ,raut wajah mereka terlihat sangat senang karna usaha mereka selama ini untuk mengajarkan sungha berjalan cukup membuahkan hasil.walaupun cara jalan sungha sedikit belum normal tapi mereka bersyukur.setiap hari sungha berlatih berjalan agar normal seperti dulu.dia juga berusaha berlari normal.

****
beberapa hari kemudian…

“bos aku ingin berhenti bekerja disini”

“apa yang kau katakan jinyoung ?” Tanya cnu tersentak

“aku ingin berhenti kerja jadi pembunuh,aku ingin hidup sebagai manusia normal”

“kamu bicara seperti ini karna ingin kenaikan gaji atau apa ? bicara saja jinyoung aku akan berikan semua yang kamu mau ! apa saja !”ujar cnu

“aku tidak ingin apapun bos,aku hanya ingin keluar dari pekerjaan ini”

“baiklah kalo itu maumu,tapi jangan salahkan aku kalau aku menyakiti keluarga kecilmu”

“jangan pernah sentuh adik adik ku atau kalian yang akan mati di tanganku” jinyoung melirik cnu

“tunggu saja tanggal mainya jinyoung “ cnu mengejek jinyoung,jinyoung mulai emosi dia menarik pelatuknya dan menembak salah satu ajudan cnu.ajudan cnu langsung tergeletak mati di samping cnu.

jinyoung pulang dengan wajah kusut,dia takut akan ancaman cnu.dia harus menjaga adik adiknya saat ini.sesampai di rumah jinyoung melihat seorang pria bermata besar.ya baro.pria yang di temui bora beberapa hari yang lalu

“ah ne anyyeong haseyo hyung” baro menunduk

“ne anyyeong,bora ?”

“ah ne oppa,perkenalkan dia baro te..manku” bora menekan kata ‘teman’

“jung jinyoung” jinyoung menjabat tangan baro”bora mana sungha ?” Tanya jinyoung

“di belakang oppa,dia sedang bersama megan”

****
malam harinya mereka berkumpul di ruang keluarga jinyoung membicarakan suatu hal yang sangant penting.

“sungha ,bora untuk beberapa bulan ini kalian tidak boleh keluar rumah tanpa sepengetahuan ku !”

“tapi hyung,bagaimana sekolahku ?”

“hyung akan memanggil kembali guru homescholling mu sungha,dan bora cepat selesaikan kuliahmu dalam 1 bulan”

“oppa sebenarnya ada apa,kenapa oppa tiba tiba over protective dengan kami”bora membentak jinyoung,hyuna pun kaget atas perlakuan bora dengan jinyoung.sejak mengenal bora dia tidak pernah melihat bora membentak jinyoung

“ini demi keamanan kalian ! setelah masa kontrak ku dengan WM berakhir kita akan pindah ke amerika,tinggal di apartemen eomma yang lama.dan itu 2 bulan lagi.jadi segera berkemas dan persiapkan diri kalian”

“tapi oppa aku tidak bisa meyelesaikan kuliahku selama 1 bulan” bora mencari alasan

“tidak ada tapi tapian bora !,kita harus secepat mungkin pergi dari korea !”

“hyung sebenarnya ada apa ! kami perlu tau apa yang membuat hyung seperti ni !”

“kalian tidak perlu tau ! aku tidak ingin seseorang emnghancurkan keluarga kita.jadi ikuti saja perintahku!”jinyoung membentak sungha,dan dia kembali ke kamarnya.

****
1 bulan kemudian

“baro,maaf sepertinya kita tidak bisa bersama lagi”

“kenapa bora,apa salahku !” baro memegang tangan bora

“aku dan keluargaku akan pindah ke amerika dlam 2 bulan ke depan.jinyoung oppa sudah merencanakan kepulangan kami ke amerika” bora menitikan air mata.

“bora aku mohon jangan pergi !”

“baro maaf,simpan ini sebagai kenang kenangan ku “ bora melepaskan kalungnya ,dia pergi meninggalkan baro.dalam perjalanan bora tidak konsen menyetir sampai ada sebuah mobil berhenti di depanya dan membawa bora ke sebuah rumah tua .dari dari belakang mobil baro mengikuti sekelompok penculik itu

****

“hyung,tolong ke rumah tua dekat rumah makan kimchi di seoul.mereka menculik bora” ucap baro yang memantau dari luar rumah.dia tidak ingin masuk kedalam rumah.karna dia tahu cnu akan membunuhnya begitu tau kalo dia pernah-pacaran dengan adiknya jinyoung karna cnu adalah paman dari baro.

****
jinyoung segera melajukan mobilnya menuju rumah cnu.perasaanya kini campur aduk.yang ada dipikiranya kini hanyalah bora.tiba tiba ada sebuah pesan masuk ke dalam hp jinyoung

from CNU
kesinilah,sebelum aku menarik pelatuk pistolku untuk bora dan sungha
04.00PM 11/12/2008

“BRENGSEK ! “jinyoung mengumpat,ditekanya terus gas mobilnya.dia sudah tidak perduli akan lampu merah yang ia lewati

sesampai di rumah cnu,jinyoung langsung ke ruangan yang dikatkan cnu di telpon.

“akhirnya kau datang juga,bagaimana penawaranku kau kembali atau kedua adikmu akan merasakan peluru ini” cnu menjilat peluru yang ada di tanganya

“kau tidak akan bisa menyakiti adik adiku cnu ! “ sebuah tembakan melesat dari pistol cnu,tapi masih bisa di hindari oleh jinyoung peluru itu masih bisa tertangkap oleh jinyoung.terjadi perang tembakan selama beberapa menit.

“oh ayolah jinyoung kau minta apapun akan ku berikan,rumah mobil apapun !” cnu tertawa “asal kau bisa membantuku “ lanjut cnu sambil mencolek dagu bora

“JANGAN SENTUH ADIKU BRENGSEK “jinyoung berlari menuju sungha dan bora ,tembakan ke 10 cnu melesat ke tepat ke jantung jinyoung .bora dan sungha melihat di depan mata mereka bagaimana jinyoung jatuh karna tembakan itu.bora dan sungha langsung berlari menuju ke jinyoung

“oppa ireonaaaa !!!” bora mengguncang tubuh jinyoung

“hyung,jangan pergi.kami tidak sanggup hidup tanpa hyung !” sungha menangis

mendegar kegaduhan dari dalam akhirnya baro memberanikan diri masuk kedalam.dengan berbekal senapan hadiah dari cnu dia masuk dengan gemetar.dia tidak tau apa yang akan terjadi di dalam.

BROOOKKKKK….

“hyung hentikan kumohon !!” baro berteriak

“tidak akan baro,kau menyukainya ? tidak sekarang baro “ cnu menaruh pistolnya di kepala bora dan sungha.dia akaan menembak kepala bora dan sungha sama seperti jinyoung.bora dan sungha hanya terdiam gemetar

“maaf hyung” baro menarik pelatuk pistolnya dan,beberapa detik kemudian cnu tersungkur dengan peluru bersarang di jantungnya.semua seakan akan di putar balikan.baro memegang posisi cnu.dia meminta kepada seluruh anak buah cnu untuk membawa jinyoung dan cnu ke rumah sakit

****

“hyuna bisakah kau melakukan sesuatu untuku “ bora menangis di pundak hyuna

“selama aku bisa,aku akan membantumu bora”

“bisakah kau membuat jinyoung oppa bertahan di dalam sana “

“maaf bora aku tidak bisa,aku hanya hantu.aku bukan malaikat “hyuna berusaha menenagkan perasaan campur aduk

“hyuna,ini salahku.harusnya aku menuruti permintaan oppa agar tidak keluar rumah tanpa sepengetahuanya.taklama kemudian dokter keluar dari ruang operasi

“cnu terselamatkan peluru yang ada dalam jantungnya bisa diangkat,tetapi jinyoung dia kritis”

bora langsung menghambur masuk keruang ugd untuk menemui jinyoung.hyuna pun ikut masuk kedalam bersama baro dan sungha.

“oppa,mianhae” bora menangis di tangan jinyoung

tiba tiba hyuna melihat sandeul dengan jas hitam.

“ya deul apa yang kau lakukan disini “

“aku di tugaskan untuk mengambil nyawa jung…emm jung jinyoung” sandeul mengeja nama jinyoung.

“ya berhak apa kau mengambil nyawanya ?” hyuna penasaran.

“hyuna aku menyukaimu.kamu pernah bilangkan ke aku.kalau aku bisa menjadi seorang scheduler kamu akan menerima cintaku”

“iya,tapi kamu kan tetap hantu”
“hyuna lihat ini “ sandeul memberikan sebuah kertas tebal bertuliskan ‘congratulation for lee sandeul,yang telah naik jabatan dari hantu menjadi scheduler’

“kau benar benar sudah menjadi scheduler sandeul” dan di balas sandeul hanya anggukan,hyuna langsung memeluk sandeul

“deul-ah tolong sebentar saja “

****

“oppa mianhaeyo,aku tidak menuruti perintahmu”

“bora ini bukan salahku,tapi ini salahku semua karna aku”

“hyung” sungha memeluk jinyoung

“baro,aku minta tolong jaga kedua adik ku ini.mereka sudah tidak memiliki siapapun di dunia ini” jinyoung menaruh tangan baro diatas tangan bora.

“kalian menikahlah. pindahlah ke amerika bersama bora,baro tolong jaga dia buat dia bahagia baro”

“hyuna mian,aku harus segera membawa dia pergi” sandeul segera ke sisi jinyoung

setelah mengucapkan itu jinyoung menghembuskan nafas terakhirnya.jinyoung pergi meninggalkan bora dan sungha.tangisan mendadak pecah di ruangan itu.hyuna berpapasan dengan arwah jinyoung dia menunduk memberi penghormatan kepada jinyoung.

“oppa aku akan menjaga bora selama aku dekat denganya “

“kau wanita yang dilihat bora waktu itu ?” jinyoung bertanya

“ne,bora bisa melihatku”

*****

di hari pemakaman jinyoung bora menangis sejadi jadinya.sungha hanya bisa memeluk nunnanya itu.dia hanya bisa bergantung pada nunnaya saat itu juga.dia tidak memiliki siapapun di dunia ini.tapi dia selalu berdoa agar di sana jinyoung tenang dan bahagia.

setelah pemakaman ,bora membersihkan kamar jinyoung.kamar itu tidak tersentuh sejak dia di culik.saat membersihkan meja kerja jinyoung.bora menemukan beberapa document penting dan surat

To My Family
Aku yakin saat kalian membaca surat ini aku telah tiada.jangan bersedih bora,sungha aku selalu bersama kalian.suatu saat nanti kita bisa saling melihat lagi.jujur aku merindukan masa masa dimana eomma dan appa masih hidup.tapi aku lebih menginginkan kehidupan bahagia kalian kelak.jadi aku bekerja menjadi pembunuh bayaran.kalian ingat dimana aku menginginkan kita cepat pindah ke amerika,sejak sungha bisa berjalan aku berjanji akan keluar dari pekerjaan kejiku itu tapi kalian tau saat aku keluar bosku mengancam akan menyakiti kalian makanya aku lebih memilih kabur dan pindah ke amerika.aku bertahan di korea hanya karna menuggu kuliah bora selesai.

maaf telah membuat kalian kecewa,aku melakukan ini untuk kalian semua.aku meninginkan kalian bisa hidup berkecukupan .bora bisa tetap kuliah dan aku tetap bisa memanggil guru homeschooling buat sungha.aku tau bagaimana bosanya sendirian di rumah tanpa sorang teman.bagiku keluarga adalah segalanya tanpa kalian aku tidak bisa hidup aku tidak bisa tersenyum.kalian harus tetap hidup demi masa depan kalian

untuk bora,aku memiliki beberapa showroom mobil dan restoran di seoul.itu bisa kau jual dan gunakan uangnya untuk kepindahanmu ke amerika.pergilah .tulislah lembaran baru.tolong jaga adik kecilku sungha ne.bora jangan memukul pantatnya saat membangunkanya 😀

untuk sungha,aku yakin suatu saat kamu akan menjadi seorang musisi ataupun composer seprtiku.tetaplah belajar.pakailah gitar yang aku gunakan untuk bernyanyi di café gitar itu sangat mahal dan aku sudah mennyetingnya sangat bagus.

tetap lanjutkan hidup kalian tanpaku,demi masa depan kalian kalian harus sukses.
from Jung Jinyoung

bora dan sungha meneteskan airmata saat membaca surat itu.tidak disangkanya.kakak yang mereka kagumi menjalankan 2 karakter dalam kehidupanya.dia melakukan ini untuk keluarganya.agar dia dan sungha bisa tetap hidup berkecukupan.di sisilain hati bora dan sungha sangat kecewa dengan pekerjaan jinyoung ,tapi di sisi lainya dia sangat bangga dengan kakaknya itu karna dia rela melakukan apapun demi keluarganya

“oppa,aku disini akan menjaga sungha,dan akan selalu mengingat pengorbananmu” ucap bora

*****

beberapa bulan kemudian,hari pernikahan bora dan baro akan di laksanakan mereka memilih menikah cepat agar bisa pergi luar korea dan dapat hidup di lembaran baru bersama sungha.

beberapa hari setelah pernikahan itu sungha,baro dan bora terbang ke amerika.sepasang mata dan wajah pucat tersenyum ke arah mereka.

“yak hyuna,kapan kau akan menyusul kami “ Tanya bora hyuna

“kemana ? ke amerika ? ,sepertinya tidak akan.aku akan disini bersama deullie”hyuna mencium sandeul

“kalian ini benar benar sepasang hantu yang gila” baro menimpali

“yaaaa,terserah baro” sandeul menatap sinis baro

tiba tiba terdengar suara announcement dari bandara bahwa pesawat mereka akan berangkat

“hyuna,sudah dulu ya suatu saat aku akan mengunjungi kalian lagi”bora memeluk hyuna

“hyuna,terimakasi selama ini sudah mau menjadi sahabat-hantu ku” lanjutnya

“ah ne,cheonmayoooo bora.kau harus sering sering kembali ke korea ne” ucap hyuna sambil memberikan cincin tak terlihat

“yeppeo”

“jelas,hanya orang tertentu yang bisa melihat cincin ini”hyuna tersenyum

“ah,sial sekali aku tidak bisa melihat hantu,ish “ sungha menendang botol kaleng yang ada di depanya,dan mengenai lutut sandeul .sandeul menoleh dan membisiki sungha

“kedipkan matamu 3 kali kau akan bisa melihat kami”bisik sandeul

1…
2….
3….

“kyaaaaaaaa,hantu !!”sungha langsung bersembunyi di balik bora

mereka semua tertawa terbahak bahak melihat kelakuan sungha.dan jinyoung dari jauh melihat mereka hanya tersenyum.untuk beberapa tahun ini jinyoung belum bisa terlihat oleh manusia karna kemampuan hantu untuk muncul di depan manusia belum sempurna.

mereka saling memeluk hanya sungha yang pergi duluan untuk check passport karna dia takut melihat wajah pucat sandeul dan hyuna.

“jaga dirimu ne hyuna,ya sandeul kau harus menjaga sahabatku ini ! ne ! arraseo !”

“nee” ucap sandeul takut pada bora

“kau juga ne,bora jaga dirimu.kapan kapan kita bertemu lagi”

mereka berpisah di tempat pemeriksaan passport,

“see you next time hyunaaaa !” bora melambaikan tanganya,sedangkan pramugari yang memeriksa passport baro hanya bisa heran

“eonnie sedang berbicara dengan siapa?” Tanya pramugari itu

“dengan teman hantu saya” pramugari itu langsung bergidik ngeri.sungha,bora dan baro pun terbang keamerika bebrapa menit kemudian.meninggalkan sejuta kenangan indah mereka di seoul.mereka berjanji suatu saat nanti mereka akan menjenguk makam jinyoung.

****
1 desember 2011

sudah 3 tahun berlalu.bora sudah bisa sedikit melupakan kejadian 3 tahun lalu.pada hari ini keluarga sungha dan keluarga bora kembali ke korea.

3 tahun berlalu,bora sudah menjadi guru seni music di salah satu universitas music di amerika..bora juga sudah sembuh dari penyakit kanker darahnya berkat semangat baro dan kedua anaknya.

dan sungha dia telah menjadi composer terkenal untuk beberapa musisi dunia.dia telah menikah dengan penyanyi asal amerika megan lee.wanita amerika yang mempunyai darah korea.dia juga di karuniai seorang anak permpuan bernama hana

setelah pesawat mereka mendarat di korea.mereka langsung menuju ke pemakaman jinyoung,hyuna dan sandeul.

“yeobo kau disini dulu ne,bersama hana,eunha dan hani aku ingin menjenguk hyungku dengan bora nunna”ucap sungha

****

“hyung,kau merindukan kami ?”Tanya baro

“oppa,kami semua telah berkeluarga dan kami telah hidup bahagia di amerika”ujar bora

“ne ,hyung kau lihat kan.itu anak anak kami.mereka sangat lucu.seperti kita waktu masih kecil”sungha mengusap nisan jinyoung

tiba tiba ada suara dari belakang.

“kalian tidak merindukan kami ?”

“yaaaa ! hyuna aku meridukan mu !!!” bora langsung memeluk hyuna “bagaimana,kalian sudah menikah ?” Tanya bora

“tuh,anak anak kami” ucap sandel

“dunia hantu benar benar mirip dengan dunia manusia” ucap sungha”aigooo wajah kalian semakin tahun semakin menyeramkan saja”

“menyeramkan mana,sama mahkluk yang ada di belakang kalian” otomatis,bora,baro dan sungha berbalik

“hyung”

“oppa”

beberapa tahun terakhir.jinyoung sudah bisa terlihat oleh manusia.jadi dia menampakan diri di depan ke dua adiknya.bukan bukan ke tiga adiknya.mereka tertawa bersama diatas makam jinyoung.megan melihat bora,sungha dan baro bergidik ngeri melihat mereka tertawa diatas makam jinyoung.

“aku akan melakukan apapun untuk keluargaku.agar mereka bisa hidup bahagia aku tidak perduli bagaimana resikonya –Jung Jinyoung-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s