[ Fanfiction ] You’re My Sister

detingan jam berbunyi pertanda waktu menunjukan pukul 12 tengah malam.seorang wanita masih duduk cemas di sofa ruang tamu.sesekali dia melihat kearah jam dan pintu rumahnya.

“oppa,eodisseo”yoo jung memandang foto yang ada di hanphonenya

tiba tiba terdengar

suara mobil masuk kepekarangan rumahnya.yoo jung langsung bernjak dari tempat duduknya .seorang namja berperawakan kurus keluar dari mobil itu dalam keadaan mabuk.yoo jung langsung membopong kakak pertamanya yang dia miliki.

“oppa,apa yang terjadi”

tidak ada jawaban,dari jinyoung yoo jung membopong jinyoung ke kamar mandi karna dia tau kebiasaan buruk oppanya saat mabuk.

“huweeeekk”

“oppa,ada apa denganmu” yoo jung memegang leher belakang jinyoung dan mengurutnya agar jinyoung mudah mengeluarkan isi bir yang sudah dia teguk begitu banyak

“kenapa kau tidak pergi dari sini,huh ?! aku benci melihat wajahmu yoo jung” jinyoung megebuk gebukan tanganya.dalam keadaan mabuk jinyoung tidak menyadari perkataanya.airmata muncul di tepi mata yoo jung.

“oppa,aku tidak akan pergi” yoo jung mengusap airmatanya

yoo jung membopong jinyoung menuju kamarnya,dia mengantti baju atasan jinyoung.setelah itu dia pergi kekamarnya dengan keadaan airmata mengalir.

****

“oppa,aku pergi lebih awal.aku sudah memasakan sup kesukaanmu.cepat dimakan ya sebelum supnya dingin” tertempel sebuah note kecil di belakang pintu kamar jinyoung.

“huh?! Apa apaan dia” jinyoung mencabut note itu dan membuangnya ketempat sampah

jinyoung keluar dari kamarnya.rumah sudah sangat bersih.jinyoung pergi kedapur dan di bawah tudung saji sudah terdapat satu mangkuk sup kesukaanya.jinyoung memakan sup itu lalu dia pergi mandi.

****
“yoo jung kau sudah mengerjakan tugas lee songsaenim ?”

“wae ? kau belum megerjakanya lagi baro ?”

“ya,aku bertanya,beri aku jawaban bukan pertanyaan”

“aish,ini “ yoo jung menyerahkan buku pr-nya pada baro “tapi kau yang harus kumpulkan ke lee songsaenim” yoo jung menarik bukunya kembali

“n-nnee” baro mengambil buku itu

“ya,jung hwan kau sudah mengerjakan pr lee songsaenim ?”

“sudah,aku kan sudah mengumpulkanya lebih awal” junghwan menatap sinis baro

“ya!,mengapa kau mentapku seperti itu”baro memeloti junghwan yang mentap sinis dia

“berhentilah,kalian berdua setiap hari tidak pernah akur”yoo jung tersenyum melihat kedua sahabatnya itu

“molla,dia yang memulai duluan”junghwan mempuotkan bibirnya

“ish kau ini” baro menjitak kepala junghwan

“appo”

“molla”

kelas dimulai sejak setengah jam yang lalu tapi yoo jung dan kedua sahabatnya belum memasuki kelas itu.mereka terlihat sibuk dengan gadget mereka

“baro kau sudah mepersiapkan liburan bulan ini”

“sudah,aku dan keluargaku akan pergi ke dongdaemun untuk liburan,bagaimana dengan kalian ?”

“aku ? aku akan kembali ke busan untuk menemui orang tuaku bagaimana denganmu yoo jung ?”junghwan menatap yoo jung

“aku hanya dia dirumah menghabiskan hari yang dingin di seoul”

“pasti sangat menyebalkan,diam di rumah dengan oppa mu yang sangat kejam itu”sandeul menicibir yoo jung dan mengerak gerakan tanganya di udara

“ani,itu sangat menyenangkan,kami akan mengunjung makam eomma dan appa”

“tapi tetap saja,oppa-mu-itu-tidak akan pernah bisa berubah jung yoo jung ” baro masih focus pada handphonenya

****
“aku akan segera kesana,persiapkan semua setelah aku sampai”

“….”

“dengan yoo jung kau piker aku pergi dengan siapa lagi bodoh”jinyoung menutup telponya,tak beberapa lama kemudia yoo jung pulang

“aku pulang oppa”yoo jung menghempaskan tubuhnya ke sofa dia sangat terlihat letih

“persiapkan semua barangmu,besok kita pergi”

“kemana oppa ? untuk liburan ?” yoo jung terperanjak kaget

“kau piker ini liburan ? aku membawamu pergi bersamamu karan kau juga dibutuhkan”ucap jinyoung yang masih sibuk dengan beberapa dokumen di mejanya.

“tapi kita akan pergi kemana oppa ?”

“amerika”

“amerika ? untuk apa ?”

“kau ini banyak Tanya.mau ikut atau tidak ?,cepat siapkan barang barangmu”

“n…n..ne oppa”yoo jung masuk kekamarnya dan memperspkan untuk keberangkatanya besok

****
South American Airport…

seorang gadis,yang sedari tadi sibuk dengan tas ranselnya turun dari pesawat,cuaca dingin di amerika membuat dia mengeratkan jaket yang dia kenakan.laki laki di belakangnya pun berjalan sambil memeriksa beberapa dokumen yang ada di tanganya.

“oppa,sepertinya aku kehilangan sesuatu” yoo jung terus mencari sesuatu yang ada di tanganya

“wae ?”

“aku lupa menaruh passport ku dimana”

“mollayo,itu urusanmu” jinyoung cuek dan terus berjalan,sedangkan yoo jung terus mengekor di belakang jinyoung dia berharap menemukan keajaiban padanya saat itu

saat pemeriksaan passport

“ya pabo! yeogi!” jinyoung melempar dokumen yang ada di tanganya “letakkan itu dengan baik”

“oppa,gomawo.mianhae aku merepotkan “
jinyoung menarik kopernya.di pintu Bandar sudah terlihat pria bertubuh sedikit-pendek dan bertampang kalem

“oppaaa !!!” yoo jung memeluk baro,kakak keduanya

“aigoo,yoo jung kita sudah tidak bertemu 3 tahun,bogoshiptaaaaa”

“nado oppa “ yoo jung memeluk kakaknya itu

“menjijikan “ ucap jinyoung sambil memasukan semua barang barangnya ke bagasi

setelah sampai di amerika,mereka langsung menuju new york.kebetulan saat itu amerika sedang dilanda badai salju jadi kerlap kerlip kota newyork tidak terlalu terlihat

“oppa,kita akan tinggal di rumah baro oppa kan ?” yoo jung bersender di samping baro

“tidak,aku akan di hotel dank au terserah mau menyewa hotel atau akan tinggal di tempat baro”

“hyung,yoo jung akan tinggal di tempatku selama kalian masih disini.dengan senang hati” baro mengacak rambut adiknya

“oppa,bagaimana pekerjaanmu disini,apakah enak menjadi dokter ?”

“ya kalo kita jalani dengan senang semua akan baik baik saja yoo jung,bagaimana kuliahmu disana ?”

“sedikit buruk,aku meninggalkan kuliahku sekarang padahal dalam masa audisi untuk masuk ke management”

“aigoo,kenapa kau ikut seharusya kau tinggal saja di korea”

“ani,aku tidak ingin meninggalkan jinyoung oppa sendiri”

“hyung ka…”

“aku lelah,aku harus menemui client besok pagi.aku ingin isirahat” jinyoung membalik badanya

seelah beberapa saat mereka sampai di apartemen baro,untuk sementara sampai mendapatkan hotel yang cocok jinyoung menginap di apartemen baro.

keesokan harinya…

BARO POV

tttuk ttuuk ttuuk…
aku mengetuk pintu yoo jung,sepertinya dia belum bangun karna terlalu lelah.lalu aku membuka kamarnya.rupanya yoo jung masih meringkuk di bawah selimut lengkap dengan penghangat ruangannya.eku meninggalkan pesan di cermin yoo jung

aku juga membangunkan jinyoung hyung.sepertinya di juga kelelahan aku melakukan hal yang sama pada jinyoung hyung menempelkan notice kecil di cermin kamarnya

aku tidak habis piker pada kedua saudaraku itu.aku tau aku,jinyoung hyung dan yoo jung berbeda dan kami sudah tinggal satu atap selama 6 tahun lebih tapi mengapa perlakuan jinyoung hyung tetap tidak berubah pada yoo jung.harusnya dia berpikir lebih dewasa appa menikah dengan ibu yoo jung karna eomma memintanya.

terkadang perasaan ku pada yoo jung sangaat kasihan melihat perlakuan jinyoung hyung.seakan akan dia tidak pernah menyukai yoo jung.tapi aku tidak tidau isi hatinya yang dalam aku yakin jinyoung hyung punya hati kecil yang mencintai yoo jung sebagai adiknya.

end pov

“aku pergi kerumah sakit,yoo jung makanlah yang banyak aku sduah menyiapkan semua di ruang makan” yoo jung membaca notice yang menempel di kacanya.dia segera berlari ke ruang makan sudah Nampak jinyoung yang lengkap dengan dasi di lehernya

“oppa,mau kemana ?”

“aku akan mengurusi perusahaan eomma “

selesa sarapan yoo jung ergi menjelajahi kota newyork berbeal peta dan aksen americanya yang cukup bagus.cuaca hari itu sangat berbeda sangat dingin dan di perkirakan akan ada badai salju yang cukup besar.

dan pada hari itu juga baro sangat sibuk di rumah sakit.beberapa pasien masuk secara bersamaan dengan kondisi yang sama.kulit mereka memucat dan sesekali mereka batuk berdarah.

“dokter,gejala ini belum pernah kita temui selama ini”

“sebutkan semua gejalanya” baro masih sibuk dengan beberapa dokumen di tanganya

“tubuh memucat,bibir membiru dan mata menjadi merah dan muncul lebam biru di sekitar tubuh”

“siapkan 1 pasien,saya akan mencari tau penyakit itu” baro memakai masker yang ada di tanganya dia segera pergi ke kamar mandi untuk menelpon keluarganya tapi nihil yoo jung dan jinyoung sulit di hubungi

“oh ayolah,angkat telpon kalian” baro harap cemas

****

“jadi proyek pembagunan pabrik baru di singapura akan di mulai….” Handphone jinyoung berbunyi tapi jinyoung mengabaikanya “bulan depan” jinyoung melanjutkan kata katanya

*****

“hyung, yoo jung kumohon kalian segera kembali ke apartemen ku.jika kalian sedang dalam kondisi di luar.pakailah masker sesegera mungkin.jika tidak ada gunakan apapun untuk menutup mulut dan hidung kalian dan usahakan tubuh kalian agar tetap hangat.kumohon ini demi keselamatan kalian” baro mengirimkan pesan kepada kedua saudaranya itu

baro keluar dari kamar mandi dia segera menuju ke ruang operasi.berjam jam di ruang operasi baro tidak menemukan pernyakit itu saat ini solusinya adalah vaksin penyakit ini di sebabkan oleh suhu udara yang sangat dingin

“jadi oenyakit apa yang sedang melanda Negara kami,dokter baro”

“kami tidak bisa memutuskan,ini menyebar begitu cepat melalului udara”

“jadi bagaimana,apa yang harus kita lakukan” menteri kesehatan mengbrak meja membuat susasa semakin tegang

“kita harus menemukan vaksin dan cara mencegahnya adalah dengan menggunakan masker dan tubuh harus tetap hangat”

selesai rapat itu baro segera kembali ke apartemenya,di dapatinya yoo jung sedang terkulai lemas di depan tv.

“yoo jung apa yang terjadi”

“oppa, badanku lemas sekali “mengetahui adiknya sakit baro segera melepas baju yoo jung terdapat lebam merah di pungungnya

“kau tidak membaca pesanku yoo jung ?”

“oppa apa yang kau lakukan .ani,tidak ada pesan masuk dari oppa” jawab yoo jung sambil memakai bajunya “oppa,aku akan tidur katakana pada jinyoung oppa untuk memakan roti yang sudah kusiapkan tadi,oppa kau juga harus makan” yoo jung menepuk nepuk pipi baro dan berlalu ke kamarnya

setelah yoo jung hilang dari pandanganya,baro segera menuju ke tempat kerjanya.dia terlihat sibuk dengan bahan bahan kimia yang ada di tanganya.tiba tiba telpon berbunyi

“baro ya eodisseo.kita akan mengadakan rapat new jersey”

“kenapa harus di new jersey ?”

“tempat itu masih bersih dari penyakit”

“apa aku boleh membawa keluargaku “

“ya,bawa semua kelaurgamu yang tidak sakit,karna kita akan diungsikan disanayang tidak sakit”

baro segera membagunkan yoo jung,tubuhnya semakin memburuk.

“yoo jung minum teh panas ini dan lumurkan semua lulur coklat ini ketubuhmu jangan kau bilas buat tubuhmu menjadi coklat dan pakai ini” baro meyerahkan lipstick yang ada di meja rias

“wae oppa ?”

“lakukan saja,aku akan menjemput jinyoung hyung sekarang,setelah itu kita akan bersama sama pergi ke new jersey”

“untuk apa oppa”

baro meninggalkan yoo jung sendiri,dia segera menuju ke kantor jinyoung dan kembali lagi ke apartemenya.segera di bukanya baju jinyoung dan untung jinyoung tidak terinfeksi.baro mengangkat yoo jung yang terkulai lemas.

“yoo jung minum ini,aku sudah mencampurkan minuman ini dengan vintamin yang aku buat sendiri.saat di pesawat nanti jangan berjalan lemas”

“baro sebenarnya ada apa ?”

“hyung kumohon kali ini saja.kita harus bekerja sama sebagai keluarga”

“sebenarnya ada…”

“hyung saat di bandara usahakan agar yoo jung tidak jatuh sangga badanya dengan tanganmu”

“tidak !”

“hyung kumohon,walaupun yoo jung berbeda ibu dengan kita dia saudara kita juga hyung.mengertilah kondisi ini hyung.aku tidak ingin jauh dari yoo jung”

baro memakirkan mobilnya dan langsung mengendong yoo jung .sesamoai di depan loket jinyoung berusaha menjegah tubuh yoo jung agar tidak jatuh.

“aku aka nada pertemuan di new jersey.aku baro dan ini keluargaku “

“anyyeonghaseyo” yoo jung dan jinyoung menunduk

“yoo jung bertahanlah,oppa di sampingmu” bisikan jinyoung barusan seakan akan menjadi penyemangat buat yoo jung.yoo jung berusaha tidak jatuh

“jeoneun yoo jung imnida” yoo jung menunduk dengan tubu sempoyongan”

“ahh baro ya,adikmu sangat cantik “

“gomawo”

“aah tapi dia harus tetap aku periksa” dokter jaga itu membuka mata yoo jung yang lumayan merah

“baro adikmu terinfeksi ?”

“ani,wae sunbae ?” ucap baro deg degan

“matanya merah”

“aaahhh…” baro bingung mencari alasan

“mianhamida ahjussi aku terlalu mengantuk,kemarin malam aku bermain game hingga pagi” yoo jung menunduk

“aigoo,anak jaman sekarang. ya kalian boleh masuk”

tubuh yoojung semakin memburuk,karna baro datang terlambat dia terpaksa berangkat sendiri ke new jersey dan itu suatu kebetulan karna pada saat menuju ke pesawat yoo jung pingsan dan baro dengan sigap menangkap adiknya itu

“yoo jung,ireona”

“jungie,ireonna “ baro menepuk nepukan kedua tanganya di pipi yoojung

“uhuk,oppa aku lemas sekali” yoo jung tidur di pangkuan baro,badanya pun semakin memanas,sesampai di new jersey baro langsung menuju ke tempat yang di katakana seniornya tempat dimana akan diadakan rapat
Sedangkan jinyoung dan yoojung segera di evakuasi di kamp untuk orang orang yang belum terifenksi.tapi masalah muncul lagi.ada pemeriksaan secara mendadak …

“kau dari keluarga siapa “

“jung sun woo”jinyoung berusaha menahan tubuh yoojung agar dia bisa berdiri

“jung sun woo,maksudnmu dokter baro ?”

“iya,kami dari keluarga baro”

“aahh,arasseo kalian masuklah ke bilik itu bilik itu sudah di persiapkan untuk keluarga dokter”

“yoojung,bertahanlah sampai di dalam kamp” jinyoung mengenggam tangan yoojung dengan erat

“oppa” yoojung terus berusaha berjalan diantara kerumunan orang.sesampai di bilik kamp jinyoung segera menutup tubuh yoojung dengan selimut,dia membuka masker yoojung,dan di lihatnya lebam biru di tepi bibir yoojung

| baroya,eodisseo keadaan yoojung semakin memburuk.aku melihat lebam di bibirnya :send:baro:|
|hyung,tolong berikan yoojung susu yang aku taruh di botol di tas yoojung.susu itu sudah aku campurkan dengan vitamin buatanku.itu dapat membuat tubuh yoojung terlihat normal secara fisik ,dan hyung jika kau merasa tubuhmu tidak enak minum susu yang aku simpan di tas yoojung juga .send”jinyoung:|

“yoojung,ireona.minum ini” jinyoung memasukan sedotan ke mulut yoojung

“gomawo oppa” yojung menyedot susu yang telah di beri vitamin oleh baro lalu ia tertidur

JINYOUNG POV

sebenarnya aku tidak tau apa yang terjadi sekarang.kami disini untuk beberapa waktu bersama dengan adik adik ku,bukan maksudku bersama adik angkat ku dan adik kandungku.aku juga tidak tau harus berbuat apa.aku bukanlah seseorang yang pintar dengan urusan dokter tugasku di keluarga ini hanya sebagai penereus perusahaan appa.

aku juga tidak tau apa yang harus kulakukan pada adik tiriku ini.ya aku membencinya karna appa menikah dengan eomma yoojung,tapi untuk saat seperti ini haruskah aku membenci yoojung ?.kondisinya yang sudah dibilang tidak tertolong lagi

aku rasa aku harus menerimayoojung sebagai adik tiriku.apapun alasanya aku sudah berada satu atap denganya kami pernah berbagi kasih sayang eomma dan appa.
“yoojung,gwaenchana” aku mengelus rambut yoojung dan menaruh tanganku diatas tanganya

“gwaenchana oppa” senyum manis yoojung itu mampu membuatku lega karna aku tau yoojung tidak mudah untuk menyerah
“oppa,mianhaeyo aku merepotkanmu hari ini”

aku hanya bisa tersenyum mendengar kata kata yoojung untuk meminta maaf.
Jinyoung end pov
Keadaan di kamp semakin memburuk,tim dokter belum menemukan vaksin untuk virus ini.bahkan sudah di kerahkan beberapa dokter ahli dari beberapa Negara termasuk dokter sandeul dokter terbaik di amerika

laboratorium….

“bagaimana mr.sandeul kami sudah mencampurkan beberapa zat dan itu hanya bereaksi sedikit,dan pengaruhnya sebentar saja” baro menjelaskan apa yang dia pegang saat itu
“apa kau sudah mencoba zat kuning itu,virus itu menyebar dalam 5 hari zat itu mampu menahan pertumbuhan virus “ sandeul menjelaskan zat kuning yang ada di depan baro

“kami sudah mencampurkan zat itu mr,dan dapat menahan pertumbuhan virus selama 10 hari”

“tapi,system kekebalan tubuh akan menurun jika kita salah memberi takaran “ cnu nyeletuk

“jangan sampai salah takaran” sandeul nyengir

“aigoo,dokter ini bisa bisanya bercanda saat getting seperti ini” ucap baro menggunakan bahasa korea

“aku tau apa yang kau bicarakan “ sandeul membalas kata kata baro dengan bahasa korea juga

“excuse me ?” baro menatap sandeul

“ahh,kita bicarakan nanti saja masalah itu”

berjam jam tim dokter tegang di dalam ruangan,dan berbagai macam eksperimen dilakukan dan hanya menghasilkan vaksin yang dapat menghambat virus bukan menghilangkanya.meeting selesai baro dan sandeul berjanji bertemu di belakang laboratorium

“sir”

“kau tidak perlu memanggilku se formal itu baro,kau cukup memanggil ku sandeul karna kita sama sama orang korea”

“ah oke,sandeul”

“ah aku dengar semua keluargamu sedang berada disini ?”

“ne sandeul,adiku dan hyungku sedang berada di amerika”

“bagaimana keadaan mereka baro ?”

baro terdiam,dia hanya tersenyum “mereka baik baik saja.mereka sedang di kamp” baro tersenyum
Setelah bercakap cakap dengan sandeul baro merasa sandeul bisa menjaga rahasia yang di ceritakanya.sandeul dan baro pergi ke kamp jinyoung mereka ingin melihat keadaan yoojung.sesampai di kamp

“hyung bagaimana keadaan yoo jung ?”

“ya siapa kau “ jinyoung menaruh pistol di kepala sandeul

“hyung chankkaman,diadokter sandeul dia sudah tau semua nya dan dia akan mengobati yoojung juga”

“anyyeonghaseyo,hyung sandeul imnida”

“ne anyyeong” jinyoung kembalike samping yoo jung

“hyung kondisi yoojung semakin memburuk,hyung kau sudah meminumkan susu yang aku buat khusu itu”

“sudah,baro itu tidak bereaksi lama,hanya bertahan 5 jam dan susu itu sudah habis karna pemeriksaan di lakukan setiap jam”

tiba tiba dari luar terdengar ribut ribut ternyata ada pemeriksaan mendadak lagi dan kali ini pemeriksaanya lebih canggih dengan mengunakan alat.baro segera menyuntikan sebuah cairan yang dia buat tanpa sepengetahuan dokter lain.

“baro bagaimana ini apa yang harus kita lakukan ?” sandeul mulai terlihat panic termasuk jinyoung

“sandeul,kau bawa cairan kuning tadi ?”

“emm” sandeul langsung mencampurkan zat kuning itu ke dalam suntikan dan menyuntikanya ke tubuh yoojung,dan berhasil obat itu bereaksi sangat cepat 15 menit sebelum pemeriksaan lebam di tubuh yoojung memudar.

“ini tidak akan bertahan lama” sandeul mengummam

“ne ?” baro menegok kearah sandeul

“ini tidak akan bertahan lama baro,jika kamu terlalu banyak memasukan cairan itu ketubuh yoojung itu akan mempeburuk imunya dan membuat virus itu kebal terhadap vaksin sementara itu”

saat pemeriksaan tiba,semua yang ada di tenda baro gugup melihat yoojung di periksa.dan akhirnya yoojung dinyatakan sehat.

“oppa,tubuhku lemas sekali “

“yoojung,bersabarlah kami akan berusaha mencari vaksin untuk virus ini” sandeul mengusap kepala yoojung dan hanya di balas dengan senyuman yoojung

tanpa baro sadari semakin baro memberikan obat itu kepada yoojung tubuhnya semakin kebal,dan suatu saat vaksin itu tidak akan memberikan efek pada tubuh yoojung.
****
“yoo jung bertahanlah oppa,akan menyembuhkan mu dari penyakit ini”

“oppa,aku lelah”

baro masuk kedalam sebuah ruangan yang sangat tertutup,tepatnya di mana ruangan itu adalah ruangan di mana vaksin yang ia-tidak-benar-yakin itu dapat membuat yoojung sembuh atau resikonya malah sebaliknya.baro menutup rapat semua pintu dia mulai menyalakan beberapa alat untuk memasukan vaksin itu ke tubuh yoojung

“yoojung bertahan”

tiba tiba terdengar suara ketukan dari luar

“baro,jangan lakukan sesuatu untuk yoojung”

“mianhae,sandeul aku akan melakukanya untuk menyelamatkan adikku”dengan gugup dan darah berlumuran di tangan baro

“baro ! hentikan ,kau tidak tau resikonya bila vaksin itu salah !”

“oppa” tubuh yoojung melemas

“yoojung bertahanlah” baro terus menusukan jarum suntik ke dada yoojung,

karna baro yang gentar,pintu di dobrak oleh tim sandeul.tetapi baro bersikeras terus memasukan vaksin itu kedalam tubuh yoojung

“baro hentikan !”

“andweee” baro terus menyuntikan vasin itu,hingga akhirnya anak buah gongchan datang menembak baro dengan obat bius.disaat baro melemah gongchan membawa yoojung kesuatu tempat

jinyoung yang saat itu berada di sel karna diduga terkena virus akhirnya di lepaskan ,dan saat itu dia melihat seorang anak perempuan di bawa dengan kursi roda dan sesuatu jatuh dari tubuhnya

“yoojung”

jinyong mengikuti petugas itu,sesampainya di luar dia melihat pemandangan yang sangat menyedihkan banyak manusia yang masih hidup di bakar di dalam sebuah stadion.jinyoung tetap focus mencari yoojung.tubuhnya seakan kehilangan tulang saat api api di semburkan.

“YOOOJUNG EODISSEO !!”

“YOO JUNG !! “

jinyoung semakin putus asa,dimana dia bisa menemukan yoojung di tumpukan manusia

“oppa,saat kita kembali ke seoul nanti aku ingin membuatkan oppa sup kepiting”

“oppa ajarkan aku cara mebuat lagu”

“oppa ajarkan aku bagaimana bermail violin”

“oppa…”

“JUNG YOO JUNG !!” suara yoojung seakan akan menggema di telinganya,jinyoung mengkuti suara hatinya dia berjalan kearah timur dan menemuka sebuah perempuan dengan handphone di tanganya.

“oppa “

jinyoung segera membawa yoojung ke baro,baro berencana membawa yoojung ke departemen kesahatan karna vaksin yang di berikan baro terus menerus membuat yoojung kebal dan itu membuat imun di tubuhnya melawan virus melawan dengan kuat.

*****

“oppa !!!” yoo jung berteriak membangunkan jinyoung dan baro yang sedang terlelap

“aigoo,yoo jung berhenti berteriadi telingaku “ jinyoung menggelitik yoo jung

“aaa oppa,gelii”

virus di tahun itu membuat hubungan jinyoung dan yoojung membaik,jinyoung sadar bukan salah ibu yoojung menikah dengan ayahnya,tapi salahnya karna tidak bisa menganggap yoojung sebagai adiknya.dan virus itu berhasil di sembuhkan berkat tim dokter yang bekerja keras.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s