[ Fanfiction ] Tried To Walk

Untitled-2png

August, 18 2009

Siang itu hujan turun dengan deras,seok jin salah satu member bts terlihat berlari menuju ke sebuah gedung tua bekas sekolah.dia menaruh satu kantung makanan ringan lalu ia mengirim sebuah pesan

“yuna,aku sudah menaruhnya di depan sekolahmu,kau keluarlah lewat pintu belakang”

tidak ada balasan seperti yang di harapkan semua orang jika mereka mengirimkan sebuah pesan,seokjin kembali ke gedung apartemenya

seokjin masuk ke dalam kamarnya dan ia masih sibuk dengan handponenya

“yuna,bagaimana harimu di sekolah”

tidak ada balasan

“hey,mereka sudah mengambil snacknya kan ?”

masih tetap tidak ada balasan

“uhm,bagaimana kalau kita bertemu di café kesukaanmu,aku akan mentraktirmu caramel macchiato.bagaimana”

5 menit kemudia…

“bisakah kau berhenti menghubungi nomor ini ?” balas seseorang

******
“kau melihat seokjin hyung ?” Tanya jimin pada taehyung

“tidak,wae ?”

“aku sama sekali tidak bisa mengerti isi kepala jin hyung dia terus mengirim snack di depan sekolah itu” kali ini suga bicara

“dan dia terus mengirim pesan ke nomor itu”sahut jungkook

“aku lelah memberi taunya” namjoon angkat bicara

“biarkanlah dulu seokjin,kondisinya sedang memburuk sekarang” sang manager muncul dari dapur

“sedang membicarakan apa kalian ?”ucap jin dingin

“ani hyung” taehyung mencoba tersenyum

“hyung kau menaruh snack di gedung itu lagi ?” Tanya jungkook

“hmmm,aku yakin mereka akan mengambilnya”

“hmm” namjoon tersenyum pahit

*****
12KST
“yuna jebal angkat telfonku” jin gelisah

………

“yuna jebal”

……..

“kumohon jangan pergi”

taehyung merasa terganggu dengan suara jin,dia akhirnya membagunkan yang lainya

“hyung dia melakukanya lagi” taehyung mendesah

“aku tidak bisa membiarkan ini terus terjadi”

suga berjalan menuju seokjin lalu ia menampar seokjin dengan keras

“HYUNG SADARLAH,YUNA SUDAH MENINGGAL HYUNG!”

“TIDAK SUGA,DIA MASIH HIDUP!,DIA HANYA INGIN SENDIRI!”

“hyung sadarlah yuna benar benar tewas dalam pembunuhan itu” kali ini namjoon bicara

“tidak,tadi siang dia mengirimiku pesan”

August,1 2009

“oppa,aku takut sekali” yuna memegang handponenya dengan gemetar

“yuuna,teruslah terjaga,aku akan kesana sekarang”

“oppa kumohon jangan”

“aku akan mengambil perhatian mereka dengan cara menaruh snack di depan sekolahmu”

“oppa”

“dan kau keluar lewat pintu belakang”

tiba tiba terdengar suara ribut di sebrang telfon,dan telfon mendadak terputus

siang itu terjadi pembantaian massal di salah satu sekolah cukup bergengsi di seoul,semua murid dinyatakan tewas termasuk yuna.yuna tidak pernah melewati pintu belakang itu dan para penculik itu tidak pernah mengambil snack yang dikirimkan seokjin

seokjin terlalu shock untuk menerima kabar bahwa kekasihnya termasuk dalam pembantaian massal itu.dia masih belum percaya pada takdir yang harus ia hadapi saat ini

saat pemakaman orang tua yuna memberikan handpone yuna pada namjoon agar di berikan pada jin tapi barang itu tidak pernah sampai ketangan jin.namjoon berpikir itu akan membuat jin sangat terpuruk jadi ia menyimpanya

saat jin mengirim pesan namjoonlah yang membalasnya,ia sudah mengirim sms jangan pernah mengiri pesan ke nomor ini berbagai alas an sudah dikirimkan tapi tetap saja jin bersikeras bahwa yuna masih hidup

kau tau apa yang di rasakan seokjin,dia tidak bisa bergerak di satu sisi ia menggap semua hanya khayalan belaka tapi di satusisi ia tau ini takdirnya.dia lebih memilih sisi menggap semua hanya khayalan saja.ia tau yuna tidak pernah pergi yuna akan selalu ada di sampingnya dia percaya yuna terus mengawasinya.tapi khayalan seokjin justru membuat dirinya terjatuh kedalam luka yang dalam ia berusaha bangkit tapi tidak bisa karna pengorbanan yang besar dalam cinta mereka.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s