[ Fanfiction ] Because It’s Hurt

j

-Because It’s Hurt-

Sore itu hujan sangat deras di seoul,seorang wanita masih setia menunggu dengan setelan cream dress dan payung transparan,dia menatap lagi jam tanganya ,ini sudah pukul 5 sore tapi pria yang ia tunggu tidak kunjung datang.wanita itu masih setia menunggu sampai akhirnya pada pukul 6 sore seorang pria turun dari mobilnya dan memeluk yuna

“oppa,kau terlambat”

“mianhae yuna,aku ada meeting mendadak dengan designer lain”

“gwaenchana,kajja” yuna menarik tangan pria bersurai hitam itu

“yuna chankkaman”

“wae oppa ?” yuna mengerjap ngerjapkan matanya

“aku tidak bisa makan malam denganmu,aku masih memiliki jadwal pemotretan lagi” jaehyun mengenggam tangan erat yuna

“oppa,tapi ini adalah malam special bagaimana bisa kau menundanya”

“mianhae yuna-ya ini lebih penting”

mereka masuk mobil jaehyun mengatar yuna sampai depan apartemenya dan ia kembali ke studionya menyelasaikan desain baju yang harus ia serahkan 2 bulan lagi.karna terlalu sibuk jaehyun tidak memperhatikan seorang wanita dengan rok pendek berwarna putih memperhatikanya.ia tersenyum

“jae hyun oppa!” yuna berteriak sambil melambaikan tanganya

“yuna-ya,bukan kah sudah kubilang aku tidak bisa makan malam denganmu !”bentak jaehyun

“gwaenchana oppa,aku tau kau sedang sibuk tapi tadi seokjin oppa mengabari ku bahwa kalian akan break dari jam 8-9 jadi aku menyempatkan kesini” yuna berusaha menahan airmatanya karna jaeyun membentaknya

“ish kau ini,tapi tidak ada break untuk ku” jawab sini jaehyun

“ya! jae hyun hyeong!! Kau tidak boleh berbohong kami akan makan malam bersama disni” teriak jungkook

“mwo,jinjja!” jaehyun kaget

“yuna noona memesan makanan prasmanan untuk kami,dan baru saja datang” baro menaruh kameranya

“hei jaehyun,istirahatlah kita sudah menghabiskan satu hari di studio” jinyoung menepuk nepuk pundak jae hyun

“hyung!”

“oppa kau tidak ingin makan bersamaku ?,baiklah aku akan makan bersama jinyoung oppa dan jin oppa saja” yuna memaksakan senyumnya kini garis matanya berubah setetes air jatuh dari matanya

“yuna gwaenchana” jinyoung merangkul yuna

“ya! Ahn jae hyun kau membuat wanita menangis” jinyoung kesal

“hyung,jangan ikut campur urusanku dia kekasih ku jadi kau tidak berhak apapun!” jaehyun berteriak

“oppa,sudahlah hentikan kajja kita makan” yuna menarik tangan jinyoung dan langsung menghampiri jin

*******
hujan masih terus mengguyur seoul,yuna meringkuk di bawah selimutnya dia berkali kali melirik ke handponenya tidak ada pesan atau telfon masuk dari ahn jaehyun,lalu ia tersenyum dan mengirimkan pesan

“oppa,kau sudah makan” –Send–

“oppa aku akan ke studio mengantar makanan ke sukaanmu”

masih tidak ada balasa,yuna membuka payungnya dan beranjak keluar apartemenya,ia mengantar makanan ke studio yang tak jauh dari apartemenya itu. Ia keluar dari mobil tanpa menggunakan payung,karna payungnya ia letakan di belakang.jadilah basah kuyup yuna

“oppa!” yuna melambaikan tanganya dengan senyum cerah terukir

“ish anak ini,apa pesanku tidak masuk!” jaehyun membentak yuna untuk kesekian kalinya

“mworago,pesan ?  tidak ada ?” dan yuna masih bisa bersabar

“oppa,kau sudah makan aku membuatkanmu ramen kesukaan mu”

“eoh taruh saja disitu nanti akan aku makan “ jaehyun masih sibuk dengan kertas di depanya

“eo,oppa aku pulang dulu jaga dirimu ne jaehyun oppa aku mencintaimu” yuna meninggalkan jaehyun dan mencium pipi jaehyun tapi langsung di seka oleh jaehyun

“ya!,lee yuna makeupku bisa hilang aku masih ada pemotretan” yuna hanya tersenyum mendengar itu,lalu ia keluar studio

Seminggu kemudian…

“hyung kau masih tidak  bisa menghubungi yuna noona ?” jungkook melipat property baju yang habis di pakai model

“molla,aku tidak perduli” jaehyun sibuk dengan kameranya

“JAEHYUN-A APA KAU SUDAH DENGAR KABAR ?” jinyoung berlari tergesa gesa menuju jaehyun

“wae hyung,ada sesuatu terjadi?” Tanya jaehyun singkat

“yuna koma di rumah sakit Gangnam” ucap jinyoung terengah engah

“MWO!”

jaehun memacu mobilnya,ia bahkan sudah tidak perduli dengan traffic  light yang berwarna merah ia terus memacu mobilnya.sesampai di rumah sakit jaehyun di sambut dengan ibu yuna yang meraung raung di luar kamar yuna

“omoni,apa yang terjadi”

“jaehyun-a yuna yuna” ibu yuna menunjuk Kasur yang terlah tertutup dengan selimut putih di balik selimut itu yuna tertidur untuk selamanya

“yuna” jaehyun terduduk di depan Kasur yuna sekarang lututnya terasa seperti kehilangan tulang,tubuh jaehyun melemas seakan setengah dari nyawanya telah menghilang

“yuna ireona,palli ireona yuna-yaa!!” jaehyun mengguncang tubuh yuna yang sudah dingin,airmata mengalir di sudut matanya

#FLASHBACK#

“eo,oppa aku pulang dulu,jaga dirimu oppa,aku mencintaimu”yuna memberikan ciuman dipipi jaehyun tapi langsung di seka jaehyun

“ya!,lee yuna makeupku bisa hilang aku masih ada pemotretan” yuna hanya tersenyum mendengar itu,lalu ia keluar studio

yuna memacu mobilnya dengan senyum terpancar indah di wajahnya ia membayangkan bagaimana saat jaehyun memakan ramenya saat pertama kali, tanpa yuna sadar sebuah truk dengan rem blong sedang menuju arahnya dari belakang

dan tabrakan maut itu tidak bisa di hindari . . .

yuna sempat koma karna dia mengalami banyak operasi dalam tubuhnya,seminggu dia tidak sadar dan langsung meninggal

#FLASHBACK END#

saat pemakaman,ahn jaehyun lah yang paling tepukul dirinya mengingat lagi apa yang pernah ia lakukan kepada yuna,gadis yang selalu sabar menghadapinya walaupun ia tau yuna bisa saya melepaskanya.ia tersenyum singkat saat yuna mencium pipinya untuk terakhir kali

“yuna-ya bahkan aku tidak sadar saat kau memberitahuku bahwa kau akan pergi” jaehyun menatap sendu foto yuna

“yuna,mianhae aku telah menyia nyiakan dirimu selama ini yuna mianhae” jaehyun memeluk erat foto yuna

sesaat kemudian ibu yuna datang dan memeluk jaehyun,ia memberikan secarik kertas dan kotak kecil.

“omoni ?”

“yuna menitipkan ini padaku sebelum ia meninggal”

jaehyun membuka surat itu,airmatanya mengalir deras

TO : AHN JAE HYUN OPPA
Oppa,happy anniversary 5th .oppa mianhae aku tidak bisa menjadi yang sempurna
tapi aku akan berusaha menjadi apa yang kau inginkan.oppa jagalah kesehatanmu
jangan terus terusan berada di studio itu tidak baik untuk dirimu.oppa mian
aku selalu menggangumu itu karna aku selalu merindukan mu.oppa aku membelikan
mu sebuah jam agar kau tidak pernah lupa menjemputku saat aku pulang

SARANGHAE,LEE YUNA

jaehyun membuka kotak berwarna merah,sebuah jam terpampang jelas di depanya,tubuh jaehyun melemas ia sadar ia benar benar menyia nyiakan kasih sayang yang telah di berikan yuna ia mengabaikan semua yang di berikan yuna selama ini.

“yuna tenanglah,waktu akan mempersatukan kita lagi dan aku tidak akan mengabaikanmu lagi” jaehyun menaruh sepucuk mawar putih didalam lemari abu yuna

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s