[ Fanfiction ] 5 Minutes, 300 Seconds

jin
H
ello guys gue balik lagi, KALI INI DENGAN FF JINYOUNG B1A4 bukan ff bts yaaa~ masih nunggu ide kalo itu! hahaha akhir akhir ini drama dia cukup ngebuat gue makin tjintah ! sama abang papan gilesan

btw dont bi silent reader ya ! comment ,like and subscribe /? ok
JJjang !

________________________________________
Siang itu Jinyoung benar benar sibuk dengan tugas kuliahnya,  Bagaimana bisa dia melupakan tugas analasis lagu dari kim seongsa dan itu membuat dia melewatkan makan siang dan puluhan panggilan dari telfonya

Jinyoung meletakan semua buku yang ia bawa diatas meja perpus

“Ahhhh,  Sangat melelahkan”

Sesaat kemudia handphonenya berbunyi

“eoh, Nora mianhae aku benar benar sibuk hari ini” ucap Jinyoung sambil mengobrak abrik isi tasnya

“eo. . eo. .  andwegetta !” ucap Jinyoung lagi “nora nanti aku akan menghubungimu lagi” Jinyoung mematikan telfon sepihak

“oppa…” nora baru saja ingin mengatakan sepatah kalimat

“nora mianhae”

telfon terputus

“ahh Jinyoung dangsineun jeongmal baboya! Kau meninggalkan papermu di mobil” Jinyoung menatap kunci mobilnya dengan kesal

*****
Kang Nora dan Jung Jinyoung adalah sepasang kekasih,  Hidup mereka berdua benar benar sangat beruntung nora dan Jinyoung di lahirkan dari keluarga kaya dan mereka sudah berpacaran sejak 3 tahun terakhir.  Tapi mereka belum ada yang terpikirkan untuk memiliki jenjang yang lebih serius karna ksibukan masing masing.

tapi akhir akhir ini hubungan mereka menjadi renggang karna Jinyoung sangat sibuk dengan perusahaan ayahnya dan tugas akhir dari kampusnya

*****

“bagaimana ? apa dia sibuk ?” ucap Seokjin

“seperti biasa, tapi nanti malam dia berjanji akan mengajakku makan malam” bohong nora

“hmm,  syukurlah.  Ya! Kau sudah menyelesaikan tugas kantor abeoji ?” Tanya Seokjin

“sudah, bahkan aku sudah menyerahkanya”

“jaraesseo!” Seokjin mengacak pelan rambut nora

“ya kim Seokjin aku butuh waktu tiga jam untuk berdandan” ucap nora dan mereka beranjak pergi dari café itu

tapi tiba tiba nora tersandung kaki salah satu pengunjung dan jatuh di pelukan Seokjin

“eo… mengapa hatiku berdebar” batin nora

“ya!,  gwaenchana ?” Tanya Seokjin

“gwa. . gwaenchana” ucap gugup nora “kk. . kk…kkkaja” nora berjalan mendahului

dan Seokjin hanya tersenyum

dalam perjalanan menuju kantor,  Seokjin berbicara tentang masa lalu mereka, masa saat mereka masih kecil

“ya,  kang nora apa kau ingat saat Jungah nuuna membeli sepatu roda” mulai Seokjin

“ani aku tidak ingat , sangat sangat tidak ingat” wajah nora mulai memerah

“hahahaha nuuna aku juga mau sepatu seperti nuuna” Seokjin mulai menggoda nora dengan memperagakan nora di masa lalu

“ya!,  kim Seokjin aku bahkan tidak pernah melakukan hal itu”

“ei kau mau membohongiku,  tidak bisa.  Aku ini sudah hamper 20 tahun di sampingmu jadi aku tau persis bagaimana dirimu Kang Nora”

“yaaa~, ” nora memukul pelan bahu Seokjin

“ya! Ya! Appo! Kau mau mematahkan lenganku ?” nora tersenyum puas

*******
“Ya! Jung Jinyoung jika kau benar benar tak ingin menangani perusahaan ini appa akan menyerahkanya pada Sechan” bentak Jinyoung appa

Jinyoung berjalan lemas menuju mobilnya,  ia menghatamkan kepalanya pada setir mobil

“aish! Mengapa sechan selalu di nomorsatukan !” Jinyoung menyalakan mobilnya dan menuju apartemenya

dia memencet satu persatu password ruangan itu,  saat Jinyoung masuk tercium bau masakan.  Sepertinya nora sedang menyiapkan makan malam

“eoh, wasseo ?” ujar Jinyoung melempar tas ranselnya

“oppa, wajahmu terlihat kusut” nora memijat pelan pundah Jinyoung

“hmm,  appa habis memarahiku” Jinyoung bersandar di bahu nora

“sechan ?” Tanya nora

“iya, bahkan dia akan menyerahkan perusahaan buat sechan jika aku tidak sanggup mengelolanya”

“ei oppa gwaenchana kau harus focus pada tugas akhirmu”nora membelai rambut Jinyoung, lalu ia menyalakan tv

“woooaaah, Mereka sedang memutar video clip Jung Joonyoung, 10 minute before…” nora lupa dengan judul lagu itu

“kau benar benar menyukai lagu ini ? aku akan membelikan albumnya untukmu ”

“neomu joha” nora memperhatikan televise,  seorang wanita duduk di sofa dan joonyoung sedang bermain gitar di atas skateboard

“waaah” nora masih mencengang di depan tv,  kini scene berpindah ketika joonyoung memberikan gelang couple untuk kekasihnya dan joonyoung memeluk wanita itu di video

“itu seperti gelang couple kita” nora menunjukan gelang yang ia gunakan

“hmm” Jinyoung hanya mengangguk di bahu nora, ia sangat mengantuk kali ini

kali ini secene berpindah ketika joonyoung menuliskan kalimat “ You and Me,  Forever” di dinding rumah mereka,  dan sekilas bibir nora tersenyum ia membayangkan ia akan benar benar selamanya dengan Jinyoung

JEP!
tiba tiba semua gelap,  nora terdiam

“oppa,  ireona sepertinya mati lampu”

Jinyoung bangun dan mengambil beberapa lilin lalu menyalakanya, Jinyoung membawa nora kekamarnya.  Lalu ia kembali tidur di paha nora,  mereka melupakan makan malam.

paginya Jinyoung terbangun dengan selimut menutupi badanya,  dia menyadari bahwa ia masih mengenakan baju kantornya.  Ia juga menemuka secarik sticky note

“oppa, mian aku tidak bisa menemanimu pagi ini.  Aku memanaskan makan malam yang kau lewatkan kemarin, Love Nora”

Jinyoung bangun dan mengambil air, dia juga menemukan baju kantor yang ia siap gunakan , dan baju biasa utuk di pakai Jinyoung kuliah.  Jinyoung tersenyum.  Matanya menangkap dokumen kantornya sudah ada di meja depan

Jinyoung mengetikan beberapa kalimat di handphonenya

“gomawo nora” Jinyoung tersenyum

hari hari berlalu,  nora dan Jinyoung semakin renggang bahkan sering terjadi perkelahian kecil antara mereka

****
“ jadi kapan kau akan kembali ke amerika,  Hanna sudah menyiapkan gaun pengantin untuk pernikahan kalian “ ucap seorang wanita paruh baya yang berada di samping Jinyoung

“eomma besok aku akan kesana, dan aku akan menikah dengan hanna”

“syukurlah, tinggalkan nora sekarang Jinyoung”

“ne eomma”

seorang wanita dari balik tirai meneteskan airmatanya sekarang, bahkan ia tidak sanggup lagi berjalan.  Untung saja Kim Seokjin sigap menngendong nora di pundaknya.  nora
****

“oppa apakah kita bisa bertemu sekarang ?” ucap nora gemetar

“eoh nora maaf aku tidak bisa aku sedang di Amerika sekarang”

“amerika ?”

“wae ?”

“oppa kau bahkan tidak memberiku kabar jika kau berangkat kesana” nora meneteskan airmatanya

“nora mianhae, aku harus menyelesaikan pekerjaanku” ucap Jinyoung dari sebrang

“oppa, Chankkaman!”

“waegurae ?”

“oppa, sebaiknya kita harus berhenti sampai disini,  Mianhae” nora menutup telfon secara sepihak

“Norra, nora chankkaman apa maksudmu, aku bisa menjelaskan semuanya” Jinyoung masih berbicara di telfon

Jasmine flower,  pernahkah kau melihat kecantkan bunga itu,  bunga yang terus tumbuh tanpa tahu dia berada dimana.  Tanpa kau sadari perjuangan cinta tanpa akhir itu telah disia siakan.  Bahkan seperti secarik kertas contekan yang kau buat sampai larut dan ternyata contekan itu tidak berguna.

tapi kau tidak akan pernah tau jika pulpen yang selalu kau gunakan itu bersedia selalu baerada di samping mu tanpa kau sadari.  Pulpen itu merelakan tinta dalam tubuhnya terus memudah tanpa kehilangan kalimat sedikit pun

*****
“eomma bisakah kita batalkan pernikahan ini”

“wae Jinyoung kau sudah sejauh ini dan ingin mundur”

“mianhae eomma aku benar benar mencintai nora bukan karna hartanya !”

“Jinyoung!”

apa daya Jinyoung sebagai anak tunggal hanya bisa mengikuti keputusan orang tuanya.  Dia benar benar mencintai nora.  Tapi dia lebih mencintai orang tuanya

Jinyoung melangkahkan kakinya ke ballroom kamar,  tiba tiba terdengar lagu dari televisinya.  Jinyoung masuk dan ternyata itu adalah video klip kesukaan nora,  Jung JoonYoung, ia melihat judul lagu itu dan tersentak “10 minutes,  Before break up” Jinyoung menonton video itu dan tersenyum.  Ia melihat gelang couple yang sekarang ada di lenganya.

“apakah kau sudah membuangnya” Jinyoung tersenyum pada gelang manik hitam di tanganya

video klip itu berakhir dan muncul scene dimana ada dinding dengan tulisan “You and me, Forever” berubah menjadi “You and Me, Over” karna beberapa huruf luntur terkena air hujan

“Aku piker, Video ini akan berakhir dengan bahagia” Jinyoung terdiam “ ternyata sama dengan hubungan kita, tidak berakhir bahagia” Jinyoung kembali berjalan ke balkon kamarnya

bahkan jika serigala dan domba saling jatuh cinta itu tidak akan pernah bisa menjadi kenyataan karna.  Serigala lebih memilih bersama dengan serigala lainya.  Dan domba lebih memilih diam dan menanti serigala itu tanpa ia tau bahwa serigala itu sudah pergi sangat jauh dan domba lainya menanti sebuah jawaban yang mempertaruhkan kehidupanya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s